

Klojen, 12 Mei 2026 – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Malang for Future” yang bertempat di Sekretariat MWC NU Kecamatan Klojen, pada Selasa (12/05/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian kelima dari seri FGD yang sebelumnya telah dilaksanakan di empat MWC NU lainnya, yaitu Lowokwaru, Sukun, Kedungkandang, dan Blimbing.
Acara yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini dihadiri oleh sekitar 15 hingga 20 peserta yang terdiri atas para pengurus harian MWC NU Klojen, delegasi dari lembaga-lembaga di lingkungan MWC NU Klojen, perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan badan otonom (Banom) NU seperti Gerakan Pemuda Ansor, serta Tim perumus dan moderator dari LAKPESDAM PCNU Kota Malang. Kehadiran para kader Ansor turut memperkuat diskusi mengenai regenerasi dan pengembangan kepemimpinan di masa depan.
Tujuan dan Metode FGD
FGD “Malang for Future” digagas sebagai upaya strategis untuk membaca kondisi sosial-keagamaan warga NU di Kota Malang secara makro, mengidentifikasi tantangan urbanisasi, pendidikan, dan ekonomi umat, serta merumuskan arah pengembangan SDM dan kepemimpinan PCNU masa depan.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode yang partisipatif dan terstruktur, meliputi:
Pemaparan pengantar oleh tim fasilitator
Diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion)
Inventarisasi persoalan strategis di tingkat MWC
Penyusunan rekomendasi bersama
Penetapan tindak lanjut yang aplikatif

Pokok Bahasan Dua Sesi Utama
FGD terbagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama bertema “Membaca NU Malang Secara Makro” yang membahas kondisi sosial-keagamaan warga NU Kota Malang, tantangan urbanisasi, pendidikan dan ekonomi umat, posisi strategis MWC NU dalam pelayanan masyarakat, serta masalah kelembagaan dan efektivitas organisasi.
Sesi kedua mengangkat tema “Arah Pengembangan SDM dan Kepemimpinan” yang fokus pada peta kader potensial dan regenerasi kepemimpinan, sistem kaderisasi formal dan nonformal, penguatan kapasitas pengurus dan profesionalisme organisasi, serta penyusunan roadmap kepemimpinan PCNU masa depan.
Diskusi Hangat dan Dinamis Antara Pengurus MWC, Lembaga, dan Lakpesdam
Salah satu momen paling menarik dalam FGD ini adalah terjadinya diskusi yang hangat, kritis, dan dinamis antara para pengurus MWC NU Klojen beserta lembaga-lembaga di bawahnya dengan tim fasilitator dari LAKPESDAM PCNU Kota Malang. Diskusi tidak berjalan satu arah, melainkan dialog interaktif yang saling mengisi.

Para pengurus MWC dan lembaga menyampaikan secara terbuka berbagai persoalan riil yang mereka hadapi di lapangan. Beberapa isu yang mengemuka antara lain:
Tantangan pelayanan kemaslahatan umat di tengah tingginya dinamika sosial masyarakat perkotaan.
Keterbatasan sumber daya baik dari segi finansial maupun kapasitas SDM pengurus di tingkat MWC.
Kesenjangan komunikasi antara PCNU dan MWC yang kadang menghambat efektivitas program.
Perlunya pendampingan dari PCNU dalam hal peningkatan kapasitas kelembagaan dan manajemen organisasi.

Sementara itu, tim fasilitator dari LAKPESDAM yang terdiri atas M. Imbarothur Mowavij (Koordinator), Abd. Mu’id Ari Shofa, dan Mastodi Alfarisi secara aktif merespons setiap masukan dengan memberikan perspektif akademis sekaligus praktis. Mereka juga menggali lebih dalam setiap persoalan yang disampaikan agar rekomendasi yang dihasilkan benar-benar tajam dan aplikatif.
“Saya sangat mengapresiasi keberanian para pengurus MWC dan lembaga di sini untuk jujur menyampaikan kondisi yang sebenarnya. Ini adalah modal berharga bagi kami di Lakpesdam untuk merumuskan rekomendasi yang tidak hanya indah di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh akar masalah,” ujar M. Imbarothur Mowavij selaku koordinator tim fasilitator.
Di sisi lain, perwakilan dari Gerakan Pemuda Ansor yang hadir juga turut mewarnai diskusi dengan menyoroti aspek regenerasi kader. Mereka menekankan pentingnya sistem kaderisasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, serta perlunya pendampingan bagi kader-kader muda yang potensial untuk dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan.
“Kami dari Ansor siap bersinergi, tetapi kami juga butuh panduan dan roadmap yang jelas dari PCNU. Jangan sampai kader yang sudah kami didik dengan susah payah tidak mendapatkan ruang yang memadai ketika tiba waktunya untuk berkontribusi,” tegas salah satu perwakilan Ansor dalam diskusi.

Tim Fasilitator
Adapun tim fasilitator yang bertugas dalam FGD MWC NU Klojen adalah:
M. Imbarothur Mowavij (Koordinator)
Abd. Mu’id Ari Shofa
Mastodi Alfarisi
Rekomendasi dan Tindak Lanjut
Dari hasil FGD yang diwarnai diskusi intens ini, dihasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi bahan pertimbangan bagi PCNU Kota Malang dalam menyusun program kerja ke depan. Beberapa rekomendasi utama antara lain:
Perlunya peningkatan komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif antara PCNU dan seluruh MWC se-Kota Malang.
Perlunya program pendampingan dan peningkatan kapasitas SDM bagi pengurus MWC dan lembaga secara berkala.
Perlunya penyusunan sistem kaderisasi yang terstruktur dan berkelanjutan, melibatkan seluruh banom khususnya Ansor.
Perlunya optimalisasi peran MWC sebagai ujung tombak pelayanan NU di tingkat kecamatan.
Rekomendasi yang telah dirumuskan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Tim Lakpesdam PCNU Kota Malang bersama jajaran pengurus harian PCNU untuk disusun menjadi dokumen Roadmap Kepemimpinan PCNU Masa Depan.
Apresiasi dan Harapan
Perwakilan MWC NU Klojen menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada LAKPESDAM PCNU Kota Malang yang telah memilih Kecamatan Klojen sebagai salah satu lokasi pelaksanaan FGD “Malang for Future”.
“Diskusi tadi sangat berharga bagi kami. Kami merasa didengar dan kami juga mendapatkan banyak pencerahan dari tim Lakpesdam. Kami berharap hasil diskusi ini benar-benar dapat diimplementasikan, sehingga NU di Kota Malang, khususnya di Klojen, semakin kuat secara kelembagaan dan SDM-nya,” ujar salah satu pengurus harian MWC NU Klojen.
Dengan terselenggaranya FGD yang diwarnai diskusi hangat antara pengurus MWC, lembaga, dan Lakpesdam ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan besar yang membawa kemaslahatan bagi warga NU dan masyarakat Kota Malang secara umum, serta mempersiapkan kepemimpinan PCNU yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada masa depan.

Artikel ini diproduksi oleh Tim Jurnalistik LTN NU MWCNU Kecamatan Klojen sebagai bentuk dokumentasi dan publikasi kegiatan.
Leave a Reply