
Bareng, 21 Februari 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Keramat Agung yang terletak di Jalan Bareng Tenes Gang IV, Kamis malam (21/02/2026). Di malam ke-3 Ramadhan 1447 Hijriah ini, jamaah tampak memadati saf-saf masjid untuk menunaikan sholat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan sholat Tarawih dan Witir. Malam itu menjadi istimewa karena rangkaian ibadah diisi dengan agenda Safari Ramadhan dan kuliah tujuh menit (kultum) yang dinanti-nantikan. Keamanan dan kelancaran acara juga didukung oleh petugas dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang berjaga di sekitar lingkungan masjid.
Kegiatan ibadah malam itu dipimpin langsung oleh Imam Ustadz Haji Muhammad Kusnan, yang dengan suara merdu dan tartil memimpin jalannya sholat Tarawih. Gerakan sholat yang tenang dan bacaan ayat suci Al-Qur’an yang syahdu menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam bagi seluruh jamaah. Sementara itu, suara bilal yang tegas dan fasih diperdengarkan oleh Ustadz Bagas, yang memandu pergantian rakaat serta doa-doa di sela sholat dengan tertib. Turut hadir menyambut para jamaah, Takmir Masjid Keramat Agung, Ustadz Sohibul Hairi, M.Pd, yang juga terlibat dalam memastikan kelancaran acara Safari Ramadhan ini.
Puncak acara terjadi setelah sholat Tarawih, menjelang pelaksanaan sholat Witir. Sesuai dengan tradisi masjid, rangkaian ibadah diselingi dengan kultum Ramadhan. Mimbar kecil yang telah disiapkan menjadi pusat perhatian ketika penceramah, Ustadz Haji Nur Rozi Faridi yang juga menjabat sebagai Wakil Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Klojen, tampil di hadapan jamaah.
Mengusung tema “Bulan Ramadhan Penuh Barokah: Sejarah Besar yang Terjadi di Bulan Ramadhan”, Ustadz Haji Nur Rozi Faridi menyampaikan tausiyah yang menggetarkan hati dan membuka wawasan. Beliau mengajak jamaah untuk merenungkan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah ritual, tetapi juga bulan di mana sejarah besar umat manusia dan bangsa ini terukir.
“Malam ini kita tidak hanya diajak untuk menegakkan sholat, tetapi juga untuk mengingat kembali kejayaan dan perjuangan di bulan yang mulia ini,” ujarnya membuka ceramah.
Ustadz Nur Rozi kemudian memaparkan dua peristiwa monumental. Yang pertama adalah Perang Badar, pertempuran besar pertama dalam sejarah Islam yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah. Beliau menjelaskan bagaimana kemenangan kecil yang diraih oleh 313 pasukan Muslimin melawan ribuan pasukan Quraisy adalah bukti nyata pertolongan Allah (Nashr minallah) yang diberikan kepada hamba-Nya yang beriman dan bertawakal.
“Perang Badar mengajarkan kita bahwa dengan keimanan yang kokoh dan persiapan yang matang, kebenaran akan selalu mengalahkan kebatilan. Kemenangan itu adalah barokah Ramadhan bagi umat Islam,” jelasnya.
Tak hanya sejarah Islam, penceramah yang dikenal ringan namun mendalam ini juga mengaitkannya dengan sejarah bangsa Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa momentum bersejarah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 juga jatuh bertepatan dengan bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 9 Ramadhan 1364 Hijriah.
“Ini bukan sekadar kebetulan. Ini adalah isyarat bahwa perjuangan merebut kemerdekaan bangsa ini memiliki nilai spiritual yang tinggi. Para pendiri bangsa, dengan semangat Ramadhan, berpuasa dan berjuang, lalu memproklamirkan kemerdekaan di bulan yang penuh berkah. Sehingga kemerdekaan yang kita rahmati ini juga bagian dari barokah Ramadhan,” tandas Ustadz Haji Nur Rozi Faridi.
Jamaah yang hadir, termasuk warga sekitar Bareng Tennes, tampak menyimak dengan seksama. Acara Safari Ramadhan ini juga dihadiri oleh jajaran Pengurus Harian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Klojen beserta para ketua lembaga dan badan otonom di lingkungan MWC NU Klojen. Tampak hadir antara lain tokoh senior Nahdlatul Ulama, Dr. KH. Dahlan Thamrin, M.Ag, yang turut memantau jalannya acara. Dari unsur badan otonom, hadir perwakilan dari Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Klojen, Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Klojen, Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Klojen, Pimpinan Anak Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Klojen, serta Pimpinan Anak Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Klojen. Kehadiran mereka bersama masyarakat sekitar menambah semarak syiar Ramadhan di masjid yang dikenal bersejarah tersebut. Sepanjang acara, para petugas dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) terlihat sigap menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masjid.
Suasana keakraban dan kebersamaan terlihat usai kultum, ketika seluruh jamaah bersama-sama mendirikan sholat Witir berjamaah. Doa pun dipanjatkan, memohon keberkahan Ramadhan, kekuatan iman, serta semangat untuk meneladani perjuangan para pahlawan dan salafus shaleh dalam mengisi kemerdekaan dan meraih kemenangan sejati.
Kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Keramat Agung ini pun menjadi salah satu bukti bahwa bulan suci diisi tidak hanya dengan peningkatan ibadah mahdhah, tetapi juga dengan tadabbur sejarah untuk menguatkan ukhuwah dan kecintaan pada agama serta tanah air.

Artikel ini diproduksi oleh Tim Jurnalistik LTN NU MWCNU Kecamatan Klojen sebagai bentuk dokumentasi dan publikasi kegiatan.
Leave a Reply