​Safari Ramadhan MWCNU Klojen di Bareng Kulon: Waspadai Tiga Dosa Besar Pemutus Berkah Ramadhan

​MALANG – Memasuki malam ke-22 bulan suci Ramadhan 1447 H, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Klojen kembali menggelar rangkaian Safari Ramadhan. Kegiatan yang menjadi ajang konsolidasi umat ini dilaksanakan di Langgar Nur Jannah, Jl. Bareng Kulon, pada Rabu (11/3/2026).


​Hadir sebagai penceramah utama, Ustadz Nur Asmari, memberikan tausiyah mendalam mengenai pentingnya mengejar ampunan Allah SWT di sepuluh malam terakhir Ramadhan melalui peningkatan ibadah dan istighfar.
​Memaksimalkan Pengampunan di Bulan Suci
​Dalam ceramahnya, Ustadz Nur Asmari mengingatkan jamaah bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk membersihkan diri dari noda dosa. Namun, beliau menekankan bahwa upaya memperbanyak ibadah bisa menjadi sia-sia jika seseorang masih terjerembab dalam dosa-dosa besar.
​Tiga Dosa Besar yang Harus Dijauhi
​Ustadz Nur Asmari merinci tiga dosa besar yang dapat menghambat ampunan Allah dan menghancurkan pahala puasa:
​Syirik kepada Allah SWT
Dosa yang paling berat adalah menyekutukan Allah. Beliau memberikan contoh konkret seperti praktik meminta-minta kepada selain Allah di tempat-tempat keramat seperti Gunung Kawi. “Tauhid adalah harga mati. Jangan sampai ibadah kita rontok karena masih mendatangi tempat-tempat untuk meminta selain kepada-Nya,” tegasnya.


​Durhaka kepada Kedua Orang Tua
Beliau mengisahkan riwayat sahabat Nabi, Alqomah, yang kesulitan mengucapkan kalimat Lailahaillallah saat sakaratul maut karena lebih mengutamakan istrinya daripada ibunya. Lisan Alqomah baru bisa terbuka setelah Rasulullah SAW menggertak akan membakar Alqomah di depan ibunya, hingga sang ibu luluh dan memberikan maaf. “Ridha Allah terletak pada ridha orang tua,” pesan Ustadz Nur.
​Ucapan Bohong dan Hoaks
Di era digital, lisan dan jempol di media sosial menjadi ujian berat. Ustadz Nur mengingatkan bahwa ucapan bohong atau penyebaran berita hoaks di bulan puasa hanya akan menyisakan lapar dan haus tanpa pahala sedikit pun.


​Memburu Lailatul Qadar
​Menutup tausiyahnya, Ustadz Nur Asmari mengajak seluruh jamaah yang hadir di Langgar Nur Jannah untuk tetap istiqomah di sisa hari Ramadhan. Dengan menjauhi dosa-dosa tersebut dan memperbanyak istighfar, diharapkan umat Muslim dapat meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.
​”Semoga dengan menjaga tauhid, berbakti kepada orang tua, dan menjaga kejujuran, kita semua dipantaskan oleh Allah untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar,” pungkasnya.
​Acara Safari Ramadhan ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah antara jajaran pengurus MWCNU Klojen dengan warga Bareng Kulon guna mempererat ukhuwah Islamiyah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*