Safari Ramadhan MWCNU di Kidul Dalem: Al-Qur’an Tetap Jadi Cahaya Meski Belum Dipahami Maknanya

MALANG – Suasana khusyuk menyelimuti Langgar Al-Hidayah, Kidul Dalem, pada Kamis (5/3/2026) malam. Ratusan jamaah memadati mushola bersejarah tersebut dalam rangka agenda Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU).
Acara yang bertepatan dengan momentum peringatan Nuzulul Qur’an ini menghadirkan penceramah kondang, Ust. H. Fahrurozi Tamimi, MH. Kehadiran jajaran pengurus MWCNU bersama warga Nahdliyin setempat bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperdalam pemahaman agama di tengah bulan suci.
Keutamaan Membaca Al-Qur’an sebagai Ibadah Mutlak
Dalam tausiyahnya, Ust. Fahrurozi menekankan pentingnya menjaga interaksi dengan Al-Qur’an sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW. Salah satu poin menarik yang beliau sampaikan adalah mengenai keistimewaan membaca Al-Qur’an yang tidak dimiliki oleh bacaan lain.
“Al-Qur’an adalah Kalamullah yang unik. Seseorang tetap mendapatkan kemuliaan dan pahala yang besar saat membacanya, meskipun ia belum sepenuhnya memahami makna atau tafsir di balik ayat-ayat tersebut,” jelas Ust. Fahrurozi di hadapan para jamaah.


Beliau mendorong jamaah untuk tidak berkecil hati atau berhenti membaca Al-Qur’an hanya karena merasa belum alim atau belum mengerti artinya. Menurutnya, proses membaca itu sendiri adalah bentuk kepatuhan dan upaya pembersihan hati (tazkiyatun nufus).
Menghidupkan Tradisi Tadarus
Lebih lanjut, Ust. Fahrurozi menjelaskan bahwa Al-Qur’an berfungsi sebagai syifa (penawar) dan nur (cahaya). Cahaya tersebut akan tetap meresap ke dalam jiwa pembacanya, memberikan ketenangan, dan menuntun langkah hidup seseorang secara spiritual.


Ringkasan Acara:
Penceramah: Ust. H. Fahrurozi Tamimi, MH
Tema: Nuzulul Qur’an & Keutamaan Al-Qur’an
Lokasi: Langgar Al-Hidayah, Kidul Dalem
Waktu: Kamis, 5 Maret 2026
Kegiatan Safari Ramadhan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan warga Kidul Dalem dan kemajuan dakwah Nahdlatul Ulama di tingkat akar rumput. Setelah acara inti selesai, jajaran pengurus MWCNU dan jamaah melanjutkan agenda dengan ramah tamah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*