Semarak Satu Abad NU di Kota Malang: Spirit Peradaban dari MWC NU Klojen

Dalam suasana syukur usai rangkaian acara, Ketua MWC NU Klojen, Ustaz Damat, S.Ag, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen yang telah berkontribusi. Menurutnya, keberhasilan sebuah acara sebesar ini tidak mungkin terwujud tanpa adanya sinergi yang solid.

Atas nama pengurus MWC NU Klojen, secara pribadi dan sebagai ketua, Ustaz Damat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

  1. Jajaran Pengurus MWC NU Klojen, baik dari unsur Syuriah maupun Tanfidziah, yang telah bekerja keras merancang dan mengawal jalannya acara.

  2. Seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) di lingkungan MWC NU Klojen, yakni Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Banser, IPNU, IPPNU, serta Pagar Nusa. Kehadiran dan kontribusi mereka menjadi energi utama dalam setiap kegiatan.

  3. Pimpinan Lembaga di bawah naungan NU yang turut serta menyemarakkan dan memberikan gagasan cemerlang.

  4. Pengurus Ranting NU se-wilayah MWC NU Klojen yang menjadi ujung tombak mobilisasi warga di tingkat bawah.

  5. Para bapak dan ibu secara pribadi, yang dengan tulus ikhlas memberikan dukungan moril maupun materiil.

  6. Seluruh warga NU Klojen yang telah bahu-membahu memberikan dukungan terbaik, baik dalam bentuk konsumsi, dana, tenaga, pikiran, dan berbagai kontribusi lainnya.

Doa dan Harapan di Usia Satu Abad

Lebih dari sekadar ucapan terima kasih, Ustaz Damat juga mengguguhkan doa tulus untuk semua pihak yang telah terlibat. “Teriring doa, semoga segala apa pun yang disumbangkan, baik yang tampak maupun tidak, mendapatkan ridho Allah SWT, serta mendapatkan balasan yang berlipat ganda,” ujarnya, mengutip firman Allah “Wallahu yudhā’ifu liman yasyā’.”

Peringatan 1 Abad NU di Kota Malang, khususnya di wilayah Klojen, menjadi bukti bahwa Nahdlatul Ulama bukan sekadar organisasi, melainkan sebuah keluarga besar yang diikat oleh tali persaudaraan dan kecintaan pada agama, bangsa, dan tanah air. Semangat ini diharapkan terus menyala hingga satu abad berikutnya.

Wallahu a’lam bishshawab.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*